Archives

Posted by on

Investasi Menguntungkan di Akomodasi Mahasiswa di UK

Dalam beberapa tahun terakhir, akomodasi mahasiswa di kota-kota besar di Inggris adalah segmen properti yang bertumbuh sangat cepat dan menarik perhatian banyak investor. Ada beberapa faktor yang mendorong terciptanya kondisi seperti ini.

Faktor yang pertama adalah adanya ketimpangan yang besar antara akomodasi mahasiswa yang tersedia dengan permintaan. Pada umumnya akomodasi mahasiswa disediakan oleh Universitas. Akan tetapi jumlah yang mampu disediakan sangatlah terbatas sehingga mendorong para mahasiswa untuk tinggal di luar asrama mahasiswa. Secara keseluruhan pada tahun 2010/11, asrama mahasiswa hanya mencakup 4.8% dari total jumlah akomodasi mahasiswa, naik dari tahun 2008/9 yang jumlahnya hanya 3.7%. Di sisi lain, permintaan tumbuh 42% yang sebagian besar didorong oleh permintaan dari mahasiswa dari luar Inggris. Sebagai contoh, pada tahun 2010/11 ada 67.000 mahasiswa dari China, meningkat 18.1% dari tahun sebelumnya.

Kedua, dengan permintaan yang sangat tinggi ini, tidaklah heran apabila banyak developer yang menawarkan jaminan sewa atau rental guarantee yang tinggi yakni antara 8-10% nett selama 5-10 tahun. Imbal hasil tersebut biasanya sudah termasuk biaya pengelolaan gedung, biaya listrik, biaya air dan biaya-biaya lain. Yang belum termasuk hanya pajak penghasilan.

Di sisi lain, investor yang berminat menanamkan uangnya dalam akomodasi mahasiswa harus memperhitungkan fakta bahwa hampir mustahil mendapatkan pinjaman bank. Selain itu, karena sifatnya sebagai akomodasi yang hanya dikhususkan bagi mahasiswa, ada kekhawatiran terhadap prospek saat akan dijual kembali. Tetapi sejauh ini, kekhawatiran itu tidak terbukti sama sekali. Unit-unit yang sudah lebih dulu diluncurkan tidak menemui kesulitan saat dijual kembali.

Pada kesimpulannya, dengan Inggris sebagai pusat akademis dunia, permintaan akan akomodasi mahasiswa akan terus tumbuh pesat terutama dari mahasiswa asing seperti China dan India.

Sources: GVA Report – Student Housing Review, Masterpeace International Properties.

Posted by on

Harga Rumah di Auckland Mencapai Rekor Tertinggi

Pada bulan Oktober 2013 data dari Barfoot & Thompson menunjukkan harga rata-rata properti di Aucland mencatat rekor tertinggi dalam sejarah. Harga rata-rata rumah naik menjadi NZ$ 663,123 di bulan Oktober 20133 dari sebelumnya NZ$ 657,912 di bulan September 2013. Kenaikan ini terjadi walaupun Bank Sentral New Zealand sudah memperketat aturan mengenai Loan-to-Value Ratio (LVR).

Dengan aturan LVR yang baru, pembeli properti hanya boleh meminjam maximum sampai 80% dari nilai properti yang hendak dibeli. Managing Director Barfoot & Thompson, Peter Thompson memperkirakan butuh enam bulan sebelum aturan yang baru memiliki dampak yang lebih jelas.

Sumber: New Zealand Herald, New Zealand Reserve Bank.

Posted by on

Harga Properti di Australia terus menanjak

Hingga Juli 2013 harga properti di kota kota besar di Australia menunjukan kenaikan tahunan yang siknifikan. Kota yang kenaikannya paling menonjol ada Perth dengan kenaikan tahunan sebesar 7.5% untuk rumah dan 9.5% untuk apartemen. Sedangkan kenaikan selama kuartal ke 2 tahun ini yaitu antara April-Juni 2013 juga menunjukan kenaikan luar biasa sebesar 3.2% untuk rumah dan 2.5% untuk apartmen.

Kinerja yang luar biasa di Perth diikuti oleh Sydney yang harga propertinya mencatat kenaikan tahunan (Juni 2012 – Juni 2013) sebesar 6.7% untuk rumah dan 4.9% untuk apartment. Kenaikan pada periode April-Juni 2013 juga menunjukan peningkatan yang tinggi dengan harga rumah meningkat sebesar 2.7% dan apartmen sebesar 2.4%.

Kota yang kenaikannya paling tinggi untuk periode April-Juni 2013 adalah Melbourne dengan harga rumah meningkat 5% dan harga apartment meningkat 3.7%. Sedangkan kenaikan harga selama 1 tahun antara Juni 2012 hingga Juni 2013 adalah 6.1% untuk rumah dan 4.2% untuk apartment.

Menurut Dr Andrew Wilson dari APM, kenaikan harga property di Australia didorong oleh suku bunga bank yang sangat rendah saat ini dan juga pertumbuhan ekonomi yang terus terjaga. Angka kenaikan harga di Sydney dan Melbourne juga dapat diprediksi sebelumnya dengan melihat tingginya jumlah property yang terjual saat lelang dan data Kredit Pemilikan Rumah yang dihimpun oleh ABS (Australian Bureau of Statistics). Kedua data ini terbukti sebagai indicator yang akurat dalam memprediksi pergerakan harga property.

Sumber: http://www.domain.com.au/content/files/apm/reports/APM-HousePriceReport-July-FINAL.pdf

Posted by on

Harga property di London naik 10% dalam 1 bulan

Situs property Rightmove melaporkan peningkatan harga yang diminta oleh penjual property di London sebesar hampir 10% antara bulan September 2013 dan Oktober 2013. Kenaikan ini mendorong harga rata rata yang diminta oleh penjual property yang terdaftar di situs Rightmove menjadi £544,232. Angka ini menembus titik tertinggi sebelumnya yang dicapai bulan Juli 2013.

Daerah Westminster mengalami kenaikan harga tertinggi yaitu 11.9% diikuti oleh daerah Kensington, Chelsea, Hammersmith dan Fulham yang mencatat kenaikan harga permintaan sebesar 11.8% selama periode September – October 2013.

Menurut Rightmove, minat investor asing yang sangat tinggi pada beberapa lokasi di pusat kota London disaat sedang berlangsungnya ketidakpastian di Zona Eropa membuat persediaan akan tempat tinggal menjadi sangat tipis.

Menurut Council of Mortgage Lenders pada saat ini jumlah pinjaman yang diberikan untuk membeli rumah mencapai titik tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Jumlah pinjaman yang diberikan oleh lembaga keuangan adalah indicator yang dapat memperkirakan kenaikan harga kedepan dengan sangat akurat. Kenaikan jumlah pinjaman pada saat ini sering kali berarti kenaikan harga dimasa depan. Selain itu Program Help To Buy yang dicanangkan oleh Pemerintah Inggris juga akan mulai diimplementasikan secara penuh dalam beberapa bulan kedepan. Dengan bantuan Program ini pembeli tempat tinggal hanya memerlukan uang muka yang jauh lebih kecil. Faktor ini juga di diprediksikan akan mendorong kenaikan harga lebih jauh.

Posted by on

Harga property di kota-kota besar di Australia

blogImgSample01

Setelah turun terus menerus selama hampir 2 tahun terakhir, harga property di kota-kota besar di Australia menunjukan peningkatan sebesar 2.6% pada kuartal pertama 2013. Darwin menduduki tempat pertama dengan kenaikan rata-rata sebesar 8% diikuti oleh Perth dengan 6% dan Sydney 3.6%. Property di Melbourne naik tipis sebesar 1.1%.

Kenaikan harga property diperkirakan akan terus berlanjut dengan adanya pengurangan suku bunga Bank Sentral ke level terendah selama beberapa dekade terakhir. Dengan harga property yang sudah turun jauh dan suku bunga yang sangat rendah, minat untuk membeli property mulai pulih kembali. Bagi pembeli luar negeri ada faktor positif tambahan, yaitu dollar Australia yang sempat melemah cukup signifikan.

Di sisi lain, perekonomian Australia sedang menunjukan pelemahan dengan berakhirnya booming komoditas yang menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi selama ini. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2013 turun menjadi 0.6% dari sebelumnya 0.7% sedangkan tingkat kepercayaan pebisnis turun selama tiga bulan terakhir begitu juga dengan angka persetujuan pembangunan gedung baru yang turun selama 2 bulan terakhir.

Posted by on

Harga property di London naik 8.1%

blogImgSample01

Harga property di London naik 8.1% selama 12 bulan terakhir hingga Juni 2013, dan naik 3.1% secara keseluruhan di United Kingdom. Hal ini menunjukan kondisi pasar property yang sudah membaik setelah dilanda krisis sejak tahun 2008.

Kenaikan harga diprediksi akan terus berlanjut bahkan naik semakin cepat, disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, permintaan akan tempat tinggal jauh melampaui persediaan yang ada. Permintaan akan tempat tinggal di Inggris (diluar Skotlandia dan Irlandia Utara) sebesar 230,000 per tahun sedangkan persediaannya hanya 107,820 pada tahun 2012.

Kedua, pemerintah Inggris memberikan program bantuan pembelian rumah tinggal yang bernama Help To Buy. Dengan program ini, calon pembeli hanya perlu membayar uang tanda jadi sebesar 5% untuk mendapatkan hutang dari pemerintah Inggris sebesar 20% dari harga property yang ingin dibeli. Peminjam tidak perlu membayar bunga selama 5 lima tahun untuk pinjaman ini. Program ini sudah berjalan mulai 1 April 2013. Mulai 1 Januari 2014 Program Help To Buy juga akan menjamin peminjam yang hanya membayar 5% uang tanda jadi sehingga mereka dapat mendapatkan pinjaman dari bank yang dapat menutupi sisa harga pembelian.

Ketiga, suku bunga acuan Bank Sentral yang hanya 0.5% adalah yang terendah selama berpuluh-puluh tahun terakhir. Sejarah menunjukan bahwa harga property yang naik tajam selalu terjadi saat suku bunga pada titik yang rendah. Hal ini karena hampir semua orang membeli property dengan uang pinjaman bank.

Suku bunga yang rendah, permintaan yang tidak diimbangi dengan persediaan yang cukup dan bantuan pinjaman dari Pemerintah, semua faktor ini hampir bisa memastikan bahwa harga property di Inggris, terutama London, akan terus meningkat.

Posted by on

Pameran London Properties

London Properties Brochure

Pameran London Properties

World Exclusive Launch

London Premier Landmark Tower

17-18 September 2013
Grand Hyatt Hotel
Jl. M.H. Thamrin Kav.28-30
Jakarta

  • Dapatkan harga perdana saat pameran
  • Tersedia apartment dengan 1, 2, 3, dan 4 kamar
  • Lokasi strategis di tengah kota London
  • Tersedia pinjaman KPR s/d 70%
  • Rental Yield yang menarik
  • Tidak ada Capital Gains Tax
  • DP 30% saja, pelunasan saat serah terima kunci
  • Tidak ada batasan untuk kepemilikan asing

Untuk informasi lebih jauh harap hubungi Tedy Ekawijaya di 08129728236 atau info@masterpeaceproperty.com