Archives

Posted by on

Harga Properti di Australia terus menanjak

Hingga Juli 2013 harga properti di kota kota besar di Australia menunjukan kenaikan tahunan yang siknifikan. Kota yang kenaikannya paling menonjol ada Perth dengan kenaikan tahunan sebesar 7.5% untuk rumah dan 9.5% untuk apartemen. Sedangkan kenaikan selama kuartal ke 2 tahun ini yaitu antara April-Juni 2013 juga menunjukan kenaikan luar biasa sebesar 3.2% untuk rumah dan 2.5% untuk apartmen.

Kinerja yang luar biasa di Perth diikuti oleh Sydney yang harga propertinya mencatat kenaikan tahunan (Juni 2012 – Juni 2013) sebesar 6.7% untuk rumah dan 4.9% untuk apartment. Kenaikan pada periode April-Juni 2013 juga menunjukan peningkatan yang tinggi dengan harga rumah meningkat sebesar 2.7% dan apartmen sebesar 2.4%.

Kota yang kenaikannya paling tinggi untuk periode April-Juni 2013 adalah Melbourne dengan harga rumah meningkat 5% dan harga apartment meningkat 3.7%. Sedangkan kenaikan harga selama 1 tahun antara Juni 2012 hingga Juni 2013 adalah 6.1% untuk rumah dan 4.2% untuk apartment.

Menurut Dr Andrew Wilson dari APM, kenaikan harga property di Australia didorong oleh suku bunga bank yang sangat rendah saat ini dan juga pertumbuhan ekonomi yang terus terjaga. Angka kenaikan harga di Sydney dan Melbourne juga dapat diprediksi sebelumnya dengan melihat tingginya jumlah property yang terjual saat lelang dan data Kredit Pemilikan Rumah yang dihimpun oleh ABS (Australian Bureau of Statistics). Kedua data ini terbukti sebagai indicator yang akurat dalam memprediksi pergerakan harga property.

Sumber: http://www.domain.com.au/content/files/apm/reports/APM-HousePriceReport-July-FINAL.pdf

Posted by on

Harga property di kota-kota besar di Australia

blogImgSample01

Setelah turun terus menerus selama hampir 2 tahun terakhir, harga property di kota-kota besar di Australia menunjukan peningkatan sebesar 2.6% pada kuartal pertama 2013. Darwin menduduki tempat pertama dengan kenaikan rata-rata sebesar 8% diikuti oleh Perth dengan 6% dan Sydney 3.6%. Property di Melbourne naik tipis sebesar 1.1%.

Kenaikan harga property diperkirakan akan terus berlanjut dengan adanya pengurangan suku bunga Bank Sentral ke level terendah selama beberapa dekade terakhir. Dengan harga property yang sudah turun jauh dan suku bunga yang sangat rendah, minat untuk membeli property mulai pulih kembali. Bagi pembeli luar negeri ada faktor positif tambahan, yaitu dollar Australia yang sempat melemah cukup signifikan.

Di sisi lain, perekonomian Australia sedang menunjukan pelemahan dengan berakhirnya booming komoditas yang menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi selama ini. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2013 turun menjadi 0.6% dari sebelumnya 0.7% sedangkan tingkat kepercayaan pebisnis turun selama tiga bulan terakhir begitu juga dengan angka persetujuan pembangunan gedung baru yang turun selama 2 bulan terakhir.